Selasa, 06 Desember 2011

rencana pembangunan apotik


I.  PENDAHULUAN
Apotik selama ini kita ketahui adalah tempat menjual obat, tetapi sebenarnya apotik adalah salah satu unit penyalur perbekalan farmasi meliputi obat, obat tradisional, alat kesehatan, kosmetik, reagen kimia dan bahan-bahan yang terkait dengan perbekalan tersebut. Jadi suatu kekeliruan besar kalau kita mengira bahwa apotik hanya menjual obat saja. Kemudian apotik sangat berbeda sekali dengan toko obat. Toko obat tidak boleh melayani resep dan menjual obat-obat keras, narkotika dan psikotropika, sedangkan seluruh resep dari dokter dan berbagai obat keras tersebut dapat kita beli di apotik.
Apotik secara umum sebenarnya tidak memiliki fungsi yang banyak, apotik hanya memiliki 2 fungsi yaitu; Apotik berfungsi sebagai unit pelayanan kefarmasian, Apotik berfungsi sebagai unit bisnis Apotik sebagai unit yang melakukan pelayanan kefarmasian. Apoteker bertugas sebagai penanggung jawab apotek untuk mengkoordinir pelayanan kefarmasian kepada pelanggan apotek. Apoteker bertugas melakukan pelayanan informasi obat (PIO) kepada pelanggan apotik. Selain itu apoteker bertugas melakukan pemberian konseling, informasi dan edukasi (KIE) kepada pelanggan. Hal ini berguna untuk menghindari penggunaan obat yang salah dan penyalahgunaan penggunaan obat. Pada saat ini kegiatan pelayanan kefarmasian yang semula hanya berfokus pada pengelolaan obat sebagai komoditi menjadi pelayanan yang berfokus pada pasien yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Peran apoteker diharapkan dapat menyeimbangkan antara aspek klinis dan aspek ekonomi demi kepentingan pasien.


II. TUJUAN
Tujuan pendirian apotek antara lain :
1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.
2. Sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan
     penyerahan obat dan bahan obat.
3. Sarana pelatihan bagi mahasiswa STIKES Muhammadiyah Banjarmasin.
4. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat pada
    umumnya.
5. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional
dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi)


III. PENGELOLAAN FUNGSI APOTEK
Faktor yang harus diperhatikan dalam pendirian suatu apotek meliputi :
1.  Pemilihan lokasi
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi apotek :
a. Letaknya strategis
b. Penduduk yang cukup padat
c. Daerah yang ramai
d. Keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

2. Syarat pendirian apotek berdasar Kepmenkes meliputi :
a. Fotokopi SIK atau SP
b. Fotokopi KTP dan surat Pernyataan tempat tinggal secara nyata
c. Fotokopi denah bangunan surat yang menyatakan status bangunan dalam bentuk akte
hak milik
d. Asli dan fotokopi daftar terperinci alat perlengkapan apotek
e. Surat Pernyataan APA tidak bekerja pada perusahaan farmasi dan tidak menjadi APA
di Apotek lain
f. Asli dan fotokopi Surat Izin atas bagi PNS, anggota ABRI dan pegawai instansi
pemerintah lainnya
g. Pernyataan PSA tidak terlibat pelanggaran PerUndang-Undangan Farmasi.


IV. ANALISIS
A.    Kekuatan/Strengis
*      Lokasi/tempat apotek berada di Jln.Pangeran Kel. Kuin Utara yang ramai dilalui arus kendaraan dan mudah dijangkau dari segala arah.
*      Apoteker yang selalu stand-by di apotek, siap memberi layanan dan konsultasi seputar obat.
*      Apotek dengan layanan patient oriented yang berbasis pelayanan kefarmasian pharmaceutical care.

B.     Kelemahan/weakness
*      Merupakan apotek baru, yang belum dikenal masyarakat, dan belum mempunyai pelanggan yang tetap.
*      Modal yang terbatas.

C.     Peluang/opportunity
*      Rumah penduduk di daerah tersebut padat.
*      Tidak ada pesaing

D.    Ancaman/threaths
*      Presepsi masyarakat bahwa membeli obat di apotek mahal.





V. NAMA APOTEK
Nama apotek yang didirikan adalah “Maju Tak Gentar” yang terletak Jl. Pangeran Kel. Kuin Utara.
1. Apoteker Pengelola Apotek (APA), yang juga bertindak sebagai Pemilik Sarana
Apotek
a. Hj. Masmurah S. Far Apt
Alamat: Jl. Perdagangan, kompleks HKSN Permai blok 6b no.222 rt 30.


VI. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN
Alat dan perbekalan yang diperlukan untuk pendirian suatu apotek adalah :
1. Bangunan, terdiri dari :
a. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien
b. Tempat mendisplai informasi, brosur bagi pasien
c. Ruang tertutup untuk konseling
d.Ruang penyimpanan obat
e. Ruang rapat
f. Ruang pegawai
g. Ruang peracikan dan penyerahan obat
h. Ruang praktek dokter
i. Tempat parkir
j. Toilet


2. Kelengkapan bangunan apotek
a. Sumber air
b. Sumber penerangan
c. Alat pemadam
d. Ventilasi
e.Sarana komunikasi (telepon)
f. Sanitasi
g. Papan nama APA
h. Papan nama dokter
i.Billboard nama Apotek

3.Perlengkapan kerja apotek
a. Alat pengolahan / peracikan :
1) Batang pengaduk
2) Cawan penguap
3) Corong
4) Gelas ukur, gelas piala
5) Kompor / pemanas
6) Labu Erlenmeyer
7) Mortir dan Blender
8) Penangas air
9) Panci
10) Rak tempat pengering
11) Spatel logam / tanduk / gelas/ porselen
12) Thermometer
13) Timbangan milligram + anak timbangan (ditera)
14) Timbangan gram + anak timbangan (ditera)
b. Wadah
1) Pot / botol
2) Kertas perkamen
3) Klip dan kantong plastic
4) Etiket (biru dan putih)
c. Tempat penyimpanan
1) Lemari / rak obat
2) Lemari narkotika
3) Lemari psikotropika
4) Lemari bahan berbahaya
5) Kulkas

4. Perlengkapan Kerja Dokter
a. Thermometer
b. Timbangan berat badan dewasa dan bayi
c. Bed
d. Alat pengukur tinggi badan
e.Tensimeter
f. Seperangkat alat kerja dokter kandungan
g. Seperangkat alat kerja dokter gigi
h. Seperangkat alat injeksi

5. Perlengkapan Administrasi
a. Blanko surat pesanan
b. Blanko faktur penjualan
c. Blanko nota penjualan
d. Blanko salinan resep
e. Blanko laporan narkotika dan psikotropika
f. Buku catatan pembelian
g. Buku catatan penjualan
h. Buku catatan keuangan
i. Buku catatan narkotika dan psikotropika
j. Buku catatan racun dan bahan berbahaya
k. Kartu stok obat
l. Buku Defecta
m. Komputer
n. Printer
o. Buku catatan kesehatan pasien

6.Kelengkapan buku pedoman
a. Buku standar yang wajib :
1) Farmakope Indonesia edisi terakhir
2) Kumpulan peraturan / UU
b. Buku lainnya :
1) MIMS, ISO edisi terbaru
2) Pharmakologi dan terapi
3) Pedoman pengobatan Apotek Maju Tak Gentar
VII. TENAGA KERJA
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 5 orang, dengan rincian sebagai berikut:
·         APA                            : 1 orang
·         Asisten apoteker         : 2 orang
·         Pembantu umum         : 1 orang
·         Akuntan                      : 1 orang


VII. STRATEGI DAN INOVASI
Dalam rangka mengembangkan usaha perapotekan ini diperlukan strategi inovasi khusus, sehingga nantinya diharapkan mampu mempertahankan eksestensi Apotek Maju Tak Gentar dan mampu memajukan apotek dengan membuka cabang-cabang baru di daerah lain. Adapun strategi yang ditempuh antara lain :
1. Menyediakan jasa konseling APA.
2. Menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. Jika obat yang dibutuhkan pasien tidak ada maka berusaha mengambil di apotek lain, diusahakan agar pasien pulang mendapat obat yang diperlukan tanpa copy resep.
3. Monitoring pasien. Monitoring dilakukan terhadap pasien via telepon, terutama untuk pasien dengan penyakit kronis. Hal ini dilakukan untuk mengontrol keadaan pasien dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap Apotek Cahaya Suci.
4. Apotek  ini akan dibuka selama 24 jam
5. Fasilitas yang menarik. Ruang tunggu dibuat senyaman mungkin dengan fasilitas AC, TV, tempat duduk yang nyaman, majalah kesehatan, koran dan tabloid serta tempat parkir yang luas.
6. Kerjasama dengan praktek dokter
7. Berada di lokasi padat penduduk dan dekat pasar
8. Menerima mahasiswa Farmasi STIKES Muhammadiyah untuk menjadi pegawai magang di Apotek Maju Tak Gentar.
9. Pelayan yang ramah dengan prinsip 5S (Salam, Senyum, Sapa, Santun dan Service).
10. Menerima pelayanan resep dengan sistem antar jemput (dengan catatan masih dalam wilayah Banjarmasin dan harga yang telah ditentukan)
11. Memberikan bantuan rakyat bagi masyarakat yang kurang mampu dalam bentuk
subsidi obat serta bekerjasama dengan kelurahan setempat
VIII. ASPEK MODAL DAN BIAYA
a. Modal = Rp 150.000.000,00
1.      Perlengkapan Apotek                                                  Rp.   45.373.200,00
2.      a . biaya perizinan                                                       Rp.     2.000.000,00
b . modal operasional                                                  Rp.   60.000.000,00
c . cadangan modal                                                     RP.   92.626.800,00
                                    TOTAL MODAL                             Rp. 150.000.000,00   
b. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1
a. Biaya rutin bulanan
1). Tenaga kerja
- APA (1)                                                                                Rp. 2.000.000,00
- Asisten Apoteker (2)                                                                        Rp. 1.800.000,00
- Akuntan (1)                                                                          Rp.    500.000,00
-  Pembantu Umum                                                                 Rp.    300.000,00
                                                JUMLAH                               Rp. 4.600.000,00
2). Biaya lain-lain
- Biaya listrik, air, dan telepon                                                Rp.   400.000,00
- Biaya pajak reklame                                                  Rp.   100.000,00
- Serba - serbi                                                                          Rp.   400.000,00
                                                JUMLAH                               Rp.   900.000,00
                                    JUMLAH KESELURUHAN          Rp. 5.500.000,00



b. Biaya rutin tahun ke-1
1). Biaya bulanan 12 x Rp. 4.600.000,00                               Rp. 55.200.000,00
2). Tunjangan hari raya (1 bulan gaji)                         Rp.   4.600.000,00
                                                TOTAL                                  Rp. 59.800.000,00




3. Proyeksi Pendapatan
a. Pendapatan tahun ke-1
Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 10 lembar / hari dengan harga rata-rata perlembar diperkirakan Rp.65.000, dengan demikian akan diperoleh pendapatan pada tahun pertama sebagai berikut :
- Penjualan obat resep tahun 1
  26 harix12 bulanx10xRp. 65.000,00                                     Rp. 202.800.000,00
- Penjualan obat bebas + OWA
  26 harix12bulanxRp. 150.000,00                                          Rp.   46.800.000,00               
- Penjualan Alkes
  26 harix12 bulanxRp. 50.000,00                                           Rp.   15.600.000,00
                                                TOTAL                                  Rp. 265.200.000,00

b. Pengeluaran tahun ke-1
- Pembelian obat resep                                                            Rp. 101.400.000,00
- Pembelian obat bebas                                                           Rp.   32.760.000,00
- Pembelian OWA                                                                   Rp.   10.920.000,00
- Pengeluaran rutin tahun 1                                                     Rp.  59.800.000,00
TOTAL                                  Rp. 204.880.000,00

c. Perkiraan laba rugi tahun ke I
Pendapatan tahun 1                                                                Rp. 265.200.000,00
Pengeluaran tahun 1                                                                Rp. 204.880.000,00
Laba sebelum pajak                                                                 Rp.   60.320.000,00
Pajak pendapatan (10%)                                                         Rp.       6.032.00,00
Laba bersih                                                                              Rp.   54.288.000,00


d. perhitungan BEP tahun ke 1

1)  Pay Back Period

                                    Total investasi
     Pay Back Period =-----------------------
                                    Laba bersih

                                      Rp. 150.000.000,00
     Pay Back Period = ---------------------------
                                      Rp.   54.288.000,00
         =  2,76 tahun ( 2 tahun 8 bulan)


3) BEP (Break Even Point)
                         Biaya tetap
BEP=-------------------------------------------
            1 - biaya variabel/total investasi

                   Rp. 59.800.000,00
 BEP=----------------------------------------------------
            1 - Rp. 145.080.000,00/150.000.000,00

        =  Rp. 598.000.000,00/ tahun


4) Persentase BEP 
                          Biaya tetap
% BEP =   -------------------------------------    x  100%
                 Pendapatan – biaya variable

                            Rp. 59.800.000,00
           =   -----------------------------------------------    x 100%
             Rp. 265.200.000,00  - Rp. 145.080.000,00
           
          = 49,78%

IX. PENUTUP
Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka pendirian Apotek Maju Tak Gentar di Jl. Pangeran Kel. Kuin Utara .mempunyai prospek yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar